Smokey Eye: Little Black Dress Eyes for Beginners

Hai..Hai..Hai..

Judulnya sengaja aku bikin dengan Little Black Dress (LBD) karena dalam dunia fashion, si LBD ini selalu jadi pusat perhatian (dan bahkan di klaim sebagai pakaian yang harus dimiliki paling tidak satu buah di lemari setiap wanita). Mengambil dari konsep itu, here we are. Ada beberapa hal, yang ternyata sebelum aku tahu, akan menjadi lebih membantu untuk mendapatkan smokey eye make up yang lebih baik. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari slogan: practice makes perfect. But after all, please keep reading.

 

 

1. Dari Mata Turun ke Hati

Ketika kita akan mengerjakan sebuah karya smokey eyes, lebih baik mulailah terlebih dulu dari matamu. Well, mungkin bagi sebagian orang, mengerjakan wajah terlebih dahulu seringkali jadi kebiasaan ya? Yap, aku juga gitu kok. Tapi ini kasusnya beda: kita sedang akan membuat smokey eyes. Intinya dalam pengerjaan smokey eyes pasti akan lebih dominan/pasti memakai eyeshadow yang berwarna jauh lebih gelap (seperti hitam atau coklat tua). Ya, nobody’s perfect, jadi pastinya ketika pengaplikasian eyeshadow ga akan menutup kemungkinan eyeshadow-nya jatuh “berhamburan” di area bawah mata. Eyeshadow tersebut akan lebih mudah dibersihkan jika wajahmu masih “polos” dan belum diaplikasikan apapun. Hal ini justru akan jauh lebih menghemat waktu apabila kalian berniat mengerjakan smokey eyes make up. Malah, bila kalian ngedandani wajah kalian dulu (pakai set komplit primer-foundie-bedak) itu akan jadi bikin frustasi lho kalau seandainya eyeshadow yang berjatuhan di luar dugaan kita.

2. Prima Primer

Nah, ini penting nih: eye primer. Gunakanlah selalu eye primer sebelum menggunakan eyeshadow. Aplikasikan di area dimana semua eyeshadow kira-kira akan kalian templokin. Ini sangat amat penting jika kalian ingin berkarya dengan smokey eyes make up. Kalian tahu kan rahasia smokey eyes itu terletak pada intensitas warna eyeshadownya dan teknik blend? Nah ini lah yang akan dibantu oleh si eye primer. Penggunaan eye primer dapat memberikan sebuah lapisan tipis nan halus antara mata dan kulit yang akan membuat warnanya lebih keluar dan membantu proses blending lebih mudah.

3. Gradasi Seksi

Dalam membuat kreasi smokey eyes, semua warna bisa kalian buat menjadi smokey eyes (don’t limit your creation, girls!) Mulai dari warna hitam, biru bahkan ungu. Tapiiiiii, karena dalam pembuatan smokey eyes juga diminta untuk memperhatikan gradasi warna jadi pilihlah eyeshadow yang memiliki beberapa pilihan warna dalam satu “keluarga”. Misal kamu ingin membuat smokey eyes warna biru, maka kamu bisa memilih gradasi mulai dari biru muda (sebagai highlight), biru, hingga biru tua. Jadi color chart ini juga penting untuk kita perhatikan.

4. Eyeliner Pinter

Dalam dunia fashion, LBD selalu dipasangkan dengan black high heels yang membuat makin elegan. Let’s say: it’s a killer heel. Nah berhubung smokey eyes itu adalah si LBDnya dalam dunia make up, maka si killer heel-nya itu adalah eyeliner. Eyeliner dengan bentuk gel atau crayon merupakan pasangan si LBD-nya make up ini. Untuk liquid eyeliner kali ini tidak termasuk menjadi pilihan karena formulanya yang susah diajak blending ataupun smudging. Soalnya kan kita butuh eyeliner yang bisa dibuat smudging dan blending untuk diaplikasikan ke garis bulu mata atas, waterliner, dan garis bulu mata bawah supaya kesan mata berasap-nya dapet.

5. Kuas Berkualitas
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, kuas yang digunakan juga harus yang bagus, atau setidaknya dengan kualitas yang diatas rata-rata. Dalam hal ini kamu pasti membutuhkan flat shader brush untuk aplikasi eyeshadow di kelopak mata, kuas berukuran sedang untuk lipatan kelopak mata (crease), pencil brush untuk area tearduct dan garis bulu mata, dan fluffy brush untuk membaur warna highlight.

6. Highlight
Pada saat memutuskan untuk membuat riasan smokey eyes, maka aplikasi highlight janganlah berlebih. Taruh sedikit di tulang alis dan baurkan ke arah luar hingga ujung garis alis. Kemudian sedikit di area tearduct. Hal ini penting mengingat smokey eyes merupakan riasan mata dengan dominan warna gelap sehingga higlight mampu membuat sedikit “cahaya” pada mata untuk terlihat lebih pop-up! Gunakan eyeshadow yang mengandung sedikit glitter untuk pengaplikasian highlight di area tearduct. Sedangkan untuk area tulang alis, pilih warna yang sedikit lebih terang dari warna kulit, jangan pilih yang terlalu terang karena akan terlihat menjadi tumpang tindih dengan smokey eyes make up-mu.

7. BLEND..BLEND..BLEND..
Nah ini penting nih… Apalah artinya smokey eyes kalau gak di-blending? Biasanya smokey eyes merupakan riasan yang memerlukan gradasi dari tearduct hingga outer v dengan dimulai dari warna paling terang hingga paling gelap atau hitam. Pastinya akan ada section dimana warna bertransisi, nah section inilah yang perlu di blend sehingga menciptakan transisi yang halus dan rapi. Gunakan fluffy brush untuk blending secara perlahan. Untuk di lipatan kelopak mata (crease) campurkan warna dengan menggunakan gerakan lingkar secara perlahan sehingga tidak ada lagi sebuah “garis pemisah” antara kulit dan eyeshadow atau antara warna eyeshadow satu dengan yang lainnya.

8. Bulu Mata Masif
Yak, kalian bisa pasang bulu mata palsu dengan tipe tebal atau menggunakan mascara dengan beberapa kali pulasan untuk menciptakan efek bulu mata yang cetarsss.. Hehehe. Tapi, sewaktu aku menghadiri sebuah acara make up launching yang menghadirkan seorang Make Up Artist senior, dia pernah berpesan: ketika kita ingin mengaplikasikan sebuah riasan mata yang dramatis, usahakan jangan menggunakan bulu mata palsu karena hanya akan membuat tampilan mata jadi berlebihan. Fokuskan riasan mata hanya pada eyeshadow, bukan bulu matanya”. Well, tapi tergantung pilihanmu juga sih. But, I personally am agree about that.

7. Tone Down Face
Ketika mengaplikasikan smokey eyes, well yes, selalu tampilkan wajah yang flawless dan seminimal mungkin warna. Jika ingin melakukan contouring, silahkan lakukan dengan lembut dan tidak terlalu tebal. Lalu untuk lipstik, pilihlah warna bibir. Jangan sekali-kali menggunakan warna lipstik merah, fuchsia atau warna terang lainnya karena hal ini menyebabkan tumpang tindih. Kamu ga mau kan mukamu terlihat menor? Jadi fokuskan pada salah satu saja. Smokey eyes merupakan riasa mata yang berat, maka untuk menyeimbangkannya kamu juga harus menurunkan “derajat” warna di bagian yang lain. Tapi kalau kamu berniat ingin menggunakan warna lipstik merona macem warna-warna yang uda aku sebutkan tadi, make your smokey toned down. Buatlah soft smokey eyes. Jangan terlalu melibatkan intensitas warna. Unless you will be too much!

Nah, demikian info yang bisa aku berikan secara teori untuk smokey eye. Semoga bermanfaat pada prakteknya ya.

Much Love,
fiarevenian

Leave a Reply