Beautiesquad Ngopcan 10: Beauty Brand Expectation to Beauty Bloggers

posted in: HIPS THE TIPS | 0

Beautiesquad Ngopcan – Pernah terpikir gak sih sebagai seorang beauty blogger, kenapa si dia selalu diajakin kerja sama dengan beauty brands, sedangkan aku tidak? Apa yang si dia punyai tapi tidak aku punyai? Nah, bincang-bincang dalam Ngopi Cantik barengan Beautiesquad kali ini menghadirkan narasumber yang profilnya sebagai brand manager sekaligus seorang beauty blogger. Wow! Dilihat dari latar belakangnya, sudah pasti mengetahui seluk-beluk kedua bidang yaahhh.

Ngopi Cantik Bersama Erny Kurnia

Narasumber kali ini bernama Erny Kurnia dan pertama kali aku kenal Erny memang sebagai beauty blogger. Namun sekarang Erny bekerja sebagai brand manager pada sebuah beauty brand yang sedang naik daun dan kebetulan aku sudah beberapa kali bekerja sama dengan beauty brand tersebut.

Anyway, topik kali ini seru banget. Soalnya yang bikin menarik adalah profil narasumber yang berasal dari 2 posisi yang sama-sama saling membutuhkan sehingga bisa tahu secara detil apa saja kebutuhan masing-masing.

Bicara soal kerjasama dengan sebuah beauty brand, tentunya seorang beauty blogger harus tahu dulu value point dari dirinya sendiri itu seperti apa. Jadi, nantinya jangan sampai ada pertanyaan “kenapa dia diajak kerjasama sedangkan gue enggak?”


Image by StockSnap from Pixabay

Attention To Beauty Bloggers

Erny memaparkan, hal-hal yang harus diperhatikan ketika seorang beauty blogger mengharapkan sebuah kerja sama dari beauty brand adalah sebagai berikut:

1. Beauty Blogger harus memiliki platform TLD dan DA/PA yang bagus.

Hal ini penting karena biasanya keinginan beauty brand yang mengajak kerjasama seorang beauty blogger dengan platform TLD yang memiliki nilai DA/PA bagus berguna untuk meningkatkan nilai SEO terhadap website dari beauty brand tersebut. Nilai dari DA/PA tersebut bisa dipertimbangkan mulai dari 12/20.

2. Personal Branding

Beberapa teman beauty bloggers mungkin belum mengetahui sepenuhnya apa itu personal branding. Secara sederhana, personal branding adalah bagaimana cara kita ingin dipandang oleh orang lain. Bila kita melabeli diri sebagai seorang beauty blogger, ada baiknya segala hal yang kita tampilkan di blog maupun di media sosial bertema sama. Sehingga tidak bias.

Selain menampilkan topik yang selaras antara blog dan media sosial, seorang beauty bloggers juga dihimbau menjalankan perannya dengan etika yang baik. Misalnya, tidak menggunakan produk KW (makeup, skin care, ataupun produk fashion yang ditampilkan) dan juga memiliki tata bahasa yang baik dalam pembahasan di setiap post-nya.

3. Spesifikasi Beauty Blogger

Ketika seorang beauty blogger diajak kerjasama, pernah juga beberapa kali aku mendengar celetukan “dia kan cantik dan putih, pantas saja diajak kerjasama!”. Well, menurut Erny, tidak semua beauty brands memilih beauty bloggers yang cantik dan putih. Tapi tidak menutup kemungkinan akan hal tersebut. Jadi menurut aku, sebelum menghakimi kenapa seseorang bisa diajak kerjasama oleh sebuah beauty brand, lebih baik berkaca dulu apa value dari kita? Kalau memang kurang, akui saja dan akan bijaksana jika ditingkatkan. Ini juga sebuah reminder ke diri aku juga sih.

4. Visually Aesthetic

Di sini Erny menuturkan ada hal teknis yang juga jadi pertimbangkan sebuah beauty brand mengajak kerjasama seorang beauty blogger: yaitu tema blog. Wah, aku sendiri baru tahu kalau hal ini bisa jadi pertimbangan, lho! Tujuannya, beauty brand ingin melihat bagaimana seorang pembaca dari beauty blog tersebut bisa menangkap informasi. Jika tema blog yang ditampilkan terlalu ramai atau berat, sudah tentu akan menghalangi akses pembaca, kan?


Image by Werner Moser from Pixabay

Nah, hal-hal tersebut adalah sebagian hal yang bisa dijadikan perhatian bagi beauty bloggers. Tentu saja, setiap beauty brand tidak memiliki standar yang sama. Jadi jangan terlalu berpatok pada hal-hal di atas.

Ekspektasi Beauty Brand Terhadap Beauty Bloggers

Lalu, bagaimana ekspektasi sebuah beauty brand dalam bekerjasama dengan seorang beauty blogger? Berikut ini Erny menambahkan.

1. Ambassador of Beauty Brand

Beauty bloggers bisa menjadi seorang ambassador dari beauty brands untuk menyampaikan informasi tentang produk yang disepakati. Misalnya berbicara tentang makeup, maka seorang beauty blogger harus bisa menyampaikan secara jelas hal-hal yang meliputi deskripsi produk, komposisi produk, rasa yang didapat pada saat pemakaian, hingga nilai plus dan minus. Untuk hal yang terakhir, perlu hati-hati ya karena tidak semua brands bersedia disebutkan nilai minus dari produknya. Kalau ini, kembali lagi ke beauty bloggers-nya sendiri bagaimana bisa mengemas artikel yang dipublikasikan dan bagaimana juga negosiasi di awal tentang isi artikel tersebut.

2. Simbiosis Mutualisme

Dengan adanya kerjasama antara beauty brands dan beauty bloggers, maka terciptalah simbiosis mutualisme karena kedua belah pihak sama-sama saling membutuhkan satu sama lain. Dari sisi beauty brands, maka beauty bloggers membantu meningkatkan brand value dan brand position (ini juga berkaitan erat dengan personal branding dari si beauty blogger). Sedangkan dari sisi beauty bloggers, maka artikel publik yang dibuat bisa dijadikan konten untuk blog-nya selain mendapatkan benefit dari kerjasama tersebut.

Nah, sekarang, bagaimana menurut teman-teman insight yang didapat langsung dari seorang brand manager ini? Ada benarnya juga gak? Atau mungkin teman-teman punya pendapat sendiri? Ngobrol yuk di kolom komentar!


Image by Adam Radosavljevic from Pixabay

NGOPI CANTIK BEAUTIESQUAD EDISI 10

Narasumber: ERNY KURNIA

Beautiesquad Facebook / Instagram

Leave a Reply